Selasa, 12 Mei 2009

Ini pena untuk mu kekasih
Lukislah wajah mu
Tulislah kalimat dilembar hidup mu
Ukirlah namamu dan nama-nama

Dari setiap petualangan
Slalu akan ku tunggu dirimu
Dalam relung jiwa ku




setetes air hujan
Turun dari mata langitKini mulai bangkit
Dan bangkit tegar kembali
Saat ini...
Burung-burung pagi berkicauan
Menikmati daun yang mulai bersemi kembali
Kini aku harus membuka lembaran baru
Dalam menuju cinta suci murni
Dulu frustasi
kini gembira lagi
Dulu sakit hai





Kangen
Setelah Ku bakar kesepian
Bayang wajah Mu melayamg-layang
Menari-nari...
Ditengah asap yang Ku kumpulkan
sebab engkau tak pernah rapat
Potret tak pernah berbias
Asap itu menggulung
Mengantar kangenKu





Puisi Larut Malam
Larut malam lepaslah cintaku
Lumpuh suatu yang pernah ku getarkan
Tak mampu ku pertahankan kekuatan
Sakali-kali ku gerakkan dada
kukeluh kesah ku...
Bunga Bakung telah layu
Ia adalah jiwa ku
Malam ku tergetar
aku bermain dalam mimpi
Ketika angin tak lagi membaur dingin
Segalanya ku serahkan padamu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar